SEKILAS INFO

     » Aspirasi Anda Dapat Disampaikan Melalui Email kecamatandagangan1@gmail.com      » Sugeng Rawuh di Website Resmi Kecamatan Dagangan. Pemerintah Daerah Kabupaten Madiun Tahun 2017
Selasa, 15 November 2016 - 11:01:41 WIB
BERSELFIE DI SEGULUNG

Diposting oleh : Administrator
Kategori: BERITA DESA - Dibaca: 148 kali

DAGANGAN – Para pecinta traveling dan fotografi kini bisa mendapatkan tambahan referensi eksotis di lereng Gunung Wilis. Belum lama ini, spot berupa pesanggrahan rumah pohon telah terbangun secara swadaya di Dusun Mbade, Desa Segulung, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun.

Dari spot di atas lahan desa dan perhutani itu, wisatawan dapat leluasa memandang hijaunya lereng pegunungan. Wisatawan juga bisa bercengkrama dan berselfie ria di atas spot rumah pohon. Areal kosong di bawah pohon juga didirikan lima gubuk beratap jerami yang dari atas terlihat seperti tanaman jamur.

Muson Yusuf, pengunjung asal kecamatan setempat mengaku puas menikmati indahnya pemandangan lereng Gunung Wilis dari spot pesanggrahan rumah pohon tersebut. ‘’Baru pertama kali ini saya jumpai tempat wisata seperti ini di Kabupaten Madiun,’’ jelas remaja 15 tahun tersebut.

Meski baru diresmikan Pemkab dan Asosiasi Desa Wisata Indonesia (ASI DEWI) Kabupaten Madiun tiga hari lalu, obyek wisata ini sudah banyak menyedot pengunjung. Karena akses untuk sampai ke spot itu tidaklah sulit karena berada persis di tepian jalan desa setempat. ‘’Mungkin karena baru, penataan tamannya masih terlihat belum maksimal. Kalau nanti ditanami aneka bunga pasti lebih indah,’’ timpal pengunjung lainnya, Trisia Pharmarani.

Spot baru ini memang masih minim fasilitas penunjang. Seperti mandi, cuci, kakus (MCK) maupun tempat parkir yang representatif. Di kawasan itu juga tidak terlihat warung yang bisa digunakan tempat ngopi dan istirahat. ‘’Kalau ada warung kan enak bisa lihat pemandangan sambil makan cemilan,’’ imbuh siswi SMPN 1 Dagangan ini.

Kepala Desa Segulung, Kustoyo membenarkan jika pengelolaan wisata alam pesanggrahan tersebut masih minim fasilitas. Namun, ia beserta perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat mulai merencanakan menambah fasilitas MCK dan pendapa. ‘’Kami sebenarnya ada rencana untuk melebarkan areal pesanggrahan itu agar ke depan bisa digunakan untuk bumi perkemahan,’’ jelasnya.

Namun, belum sempat merealisasikan keinginannya itu, Kustoyo terlanjur mendapat undangan peresmian tempat wisata alam ini. Prinsipnya, pemerintahan desa sangat mendukung dengan penciptaan tempat wisata tersebut. Hanya saja perlu pengembangan dan kesiapan matang sebelum diresmikan. Banyak hal yang harus dipersiapkan agar potensi desa benar-benar bisa tereksplorasi secara maksimal. ‘’Sekarang prioritasnya adalah memperbaiki jalan menuju lokasi wisata,’’ tuturnya.

Pihak desa juga melarang pengelola tempat wisata untuk menarik pungutan sebelum adanya peraturan desa (perdes) terkait. ‘’Untuk kepentingan promosi memang tidak diragukan lagi, apalagi sekarang pengaruh media sosial sangat kuat. Tapi, pengunjung yang datang pasti kecewa karena di sana tidak semenarik yang dibayangkan,’’ imbuhnya. (mg6/fin)

 

Sumber:

http://www.radarmadiun.co.id/detail-berita-2665-berselfie-ria-di-atas-pohon-mahoni.html