SEKILAS INFO

     » Aspirasi Anda Dapat Disampaikan Melalui Email kecamatandagangan1@gmail.com      » Sugeng Rawuh di Website Resmi Kecamatan Dagangan. Pemerintah Daerah Kabupaten Madiun Tahun 2017
Rabu, 17 Februari 2016 - 11:42:19 WIB
SUMUR BOR ABADI DI DESA DAGANGAN KECAMATAN DAGANGAN

Diposting oleh : Administrator
Kategori: BERITA DESA - Dibaca: 122 kali

DAGANGAN – Sebagai salah satu negara bekas jajahan Belanda, Indonesia memiliki banyak bekas peninggalan. Baik berupa bangunan, teknologi maupun dalam bentuk lainnya. Salah satu peninggalan Belanda yang masih ada di Kabupaten Madiun adalah keberadaan Sumur Bor di Desa Dagangan, Kecamatan Dagangan. Di mana tanpa menggunakan mesin pompa, sumur tersebut bisa mengalirkan air dengan sendirinya.

‘’Kami perkirakan usia dari sumur ini lebih dari seratus tahun,’’ kata Rudi Panca Widadi, Kepala Desa Dagangan, kemarin. Sumur Bor peninggalan kolonial tersebut terletak di Dusun Sawahan, tepatnya di sebelah barat Pasar Dagangan.

Rudi menjelaskan, dalam sumur seluas 3 meter persegi tersebut terdapat satu pipa sumber air dengan diameter 20 sentimeter. Pipa itu berdiri tegak setinggi kurang lebih 4 meter dari atas permukaan tanah. Dari pipa sumber tersebut ada tiga pipa kecil yang merupakan tempat mengalirnya air. ‘’Bangunannya sangat sederhana, hanya ada dinding sekat sekitar satu meter untuk memisahkan tempat mandi laki-laki dan perempuan,’’ jelas Rudi.

Dulu sumur bor tersebut digunakan mandi dan kebutuhan sehari-hari warga setempat. Dan limbahnya digunakan untuk irigasi lahan pertanian. Menurut Rudi, debet air yang dihasilkan sumur bor tersebut saat ini sudah tidak sebanyak dulu. Jika dulu dapat mengairi lahan seluas 26 hektare. Namun sekitar tahun 1980-an debitnya sedikit surut. ‘’Dulu digunakan untuk mengairi lahan kebun kapas milik Belanda,’’ terangnya.

Seiring berjalannya waktu dan kemajuan zaman kondisi sumur tersebut terus mengalami perbaikan. Mulai dari pemerintah yang pertama hingga pemerintahan yang ke delapan sekarang ini, kondisi sumur yang awalnya kumuh sudah mulai nyaman.

Dengan dibantu pemerintah daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bina Marga dan Cipta Karya (BMCK), pemerintah desa setempat membangun ruang MCK. ‘’Di sekitar sumur juga kami benahi agar terlihat bersih dan rapi,’’ tambahnya.

Rudi mengungkapkan, usai pembangunan selesai, banyak warga yang mengambil air dari sumur tua tersebut. Tidak hanya dari warga Desa Dagangan saja, tapi juga dari warga luar daerah seperti Ponorogo dan Purwantoro. Karena selain dikonsumsi, ada yang memercayai bahwa air dari sumur bor tersebut bisa digunakan untuk pengobatan.

Di samping itu, dari uji laboratorium yang pernah dilakukan sekitar tahun 2.000, air dari sumur tersebut lebih baik dari air mineral kemasan. Dan dinyatakan memenuhi semua kriteria air bersih. ‘’Banyaknya orang yang mengambil air ini menyebabkan jatah aliran air untuk irigasi pertanian warga desa Dagangan berkurang,’’ keluhnya.

Untuk itu pemerintah desa Dagangan berinisiatif untuk menjadikan sumur bor tersebut sebagai salah satu usaha melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Dengan begitu, warga yang hendak mengambil air di sumur tersebut nantinya akan dikenai biaya. Yang pada akhirnya akan menambah pendapatan kas desa.Menurut Rudi, hasil dari penarikan biaya sumur tersebut bisa dimanfaatkan untuk kegiatan sosial maupun membantu warga desanya yang kurang mampu. ‘’Kebetulan desa kami sudah memiliki BUMDes,’’ terangnya.

Rudi juga menambahkan selain sumur bor tersebut, desa seluas 470 hektare dan memiliki jumlah penduduk 4.352 jiwa itu juga memiliki banyak produk unggulan lain. Misalnya kerajinan anyaman bambu (tampah, tumbu dan lainnya). Selain itu juga ada kerupuk lempeng, tempe keripik, keripik usus, keripik garut, keripik gadung dan juga sambal pecel.


Sumber:

http://www.radarmadiun.co.id/detail-berita-624-sumur-bor-abadi-usia-ratusan-tahun-.html