SEKILAS INFO

     » Aspirasi Anda Dapat Disampaikan Melalui Email kecamatandagangan1@gmail.com      » Sugeng Rawuh di Website Resmi Kecamatan Dagangan. Pemerintah Daerah Kabupaten Madiun Tahun 2017
Rabu, 17 Februari 2016 - 11:37:19 WIB
ANTISIPASI LONGSOR DI DESA MENDAK KECAMATAN DAGANGAN

Diposting oleh : Administrator
Kategori: BERITA DESA - Dibaca: 327 kali

DAGANGAN – Kepala Desa Mendak, Kecamatan Dagangan, Nur Cholifah, tahu betul kondisi desanya yang rawan bencana longsor. Karena itu, sejumlah langkah antisipasi pun diambil. Jangka pendek meminimalisir dampaknya. ‘’Sebab tidak bisa sepenuhnya dihindari, daerah pemukiman warga kami memang berada di perbukitan,’’ ujarnya. Pasca-longsor Rabu (20/1) lalu, yang menyebabkan rumah Menan, 54, nggawing di bibir tebing setinggi belasan meter, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Pengairan (DPU Pengairan) Kabupaten Madiun. Dia meminta agar dibangunkan talud di saluran air utama desa setempat. Sebab, saluran air utama tersebut terletak di pusat desa. Tidak jauh dari sekolah dasar (SD) dan taman kanak-kanak (TK). Di atas saluran air selebar tiga meter itu terdapat sejumlah warung dan kios. ‘’Karena itu, saluran air di tengah desa tersebut menjadi prioritas. Supaya tidak meluap dan membahayakan sejumlah bangunan tadi,’’ jelasnya. Pihak DPU Pengairan sudah menindaklanjuti dengan survei lokasi. Pun, Nur dijanjikan akan segera dibangunkan talud tersebut. Rencananya, talud sepanjang 50 meter dengan tinggi 2,5 meter akan segera dibangun. Dijanjikan pula paling lambat tahun ini proyek direalisasikan. ‘’Anggaran proyek tersebut dari DPU Pengairan,’’ ujarnya. Untuk jangka panjang, Nur tengah menggodok peraturan desa (perdes) tentang pembangunan rumah. Di dalam perdes nanti akan ada aturan yang harus dipatuhi warga Desa Mendak. ‘’Salah satu poin utamanya nanti ada penghitungan jarak aman antara rumah dengan tebing,’’ ungkapnya. Menurut Nur, penggodokan perdes hampir selesai. Diperkirakan Februari nanti sudah final dan siap diserahkan ke Badan Permuaywaratan Desa (BPD) untuk dimusyawarahkan dan setujui. ‘’Setelah itu kami akan langsung sosialisasikan kepada warga. Agar rumahnya tidak membahayakan nyawa dan keluarganya,’’ terangnya. Sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun, memantau Desa Mendak, Sabtu (30/1) kemarin. Itu menyusul curah hujan yang tidak menentu beberapa hari terakhir. ‘’Prakiraan cuaca BMKG, curah hujan hingga Februari akan sangat tinggi dan turun secara sporadis (tidak menentu),’’ terang Kepala BPBD Kabupaten Madiun Edi Harianto. Hasil pantauan mereka, tidak ada tambahan titik rawan longsor di desa tersebut. Hingga saat ini masih ada 14 titik yang tersebar di tiga dusun. Namun, fokus pantauan BPBD di bagian selatan desa. ‘’Di sisi selatan, kondisi rumah warga paling rawan, seperti rumah Pak Menan yang tempo hari dilanda longsor. Karena itu kami terus siagakan tim reaksi cepat (TRC) di sana dan terus berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat,’’ jelasnya.

 

Sumber:

http://www.radarmadiun.co.id/detail-berita-180-desa-mendak-dijanjikan-talud-.html