SEKILAS INFO

     » Aspirasi Anda Dapat Disampaikan Melalui Email kecamatandagangan1@gmail.com      » Sugeng Rawuh di Website Resmi Kecamatan Dagangan. Pemerintah Daerah Kabupaten Madiun Tahun 2017
Kamis, 11 Februari 2016 - 12:20:33 WIB
ANTARA GUS DUR MUDA DAN DESA SEWULAN KECAMATAN DAGANGAN

Diposting oleh : Administrator
Kategori: BERITA DESA - Dibaca: 605 kali

DAGANGAN - Situs peninggalan Kiai Ageng Basyariyah (Raden Mas Bagus Harun) potensial dijadikan destinasi wisata ziarah. Objek yang berlokasi di Desa Sewulan, Kecamatan Dagangan, ini terdapat dua bangunan bernilai sejarah.

Pertama, Masjid Basyariyah yang dibangun tahun 1714 M oleh Raden Mas Bagus Harun, penyebar syiar Islam pertama di Sewulan. Masjid ini sekarang diapit madrasah Al-Basyariyah. Kedua, makam Kiai Ageng Basyariyah dan keluarganya. ‘’Setiap malam Jumat, terutama Jumat Legi, selalu ramai jamaah untuk salat malam, tahlilan dan ziarah,’’ ungkap Kiai Mawardi, takmir Masjid Basyariyah.

Dari silsilahnya, Kiai Ageng Basyariyah memiliki garis keturunan dengan presiden keempat RI KH. Abdurahman Wahid atau Gus Dur. Mawardi yang juga sepupu Gusdur, menuturkan semasa remaja Gus Dur menghabiskan waktu di desa ini. Saat jadi presiden, setelah lengser hingga sebelum wafat juga tetap berkunjung. ‘’Sudah tak terhitung berapa kali mengunjungi Sewulan ini,’’ terangnya.

Kepala Desa Sewulan Sukarno mengungkapkan sejak 2004 lalu, situs Islam tertua di Madiun itu ditetapkan sebagai cagar budaya. Namun, minim perhatian dari pemerintah setempat. Pemkab Madiun hanya menugaskan seorang pegawai untuk mengawasi situs tersebut. Tugasnya, membuat laporan kegiatan dan jumlah pengunjung. ‘’Itu pun masih dibantu takmir untuk perawatan yang dibayar melalui bengkok desa,’’ ungkapnya.

Di situs seluas kurang lebih 2.000 meter persegi tersebut juga ada agenda rutin tahunan. Antara lain jamas pusaka saat bulan Suro dan Grebeg Maulud. Banyak saran dari warga desa setempat agar kegiatannya dikembangkan. Mereka berharap suroan dan mauludan bisa seperti sekatenan di Yogyakarta atau Surakarta. ‘’Rencananya tahun depan kami akan menggandeng pemerintah desa agar lebih besar,’’ terangnya.

Harapannya tidak hanya nama situs Basyariyah atau Desa Sewulan yang terangkat. Tetapi juga roda perekonomian desa setempat ikut terdongkrak. Semakin banyaknya pengunjung, semakin banyak potensi ekonomi tergali. Sukarno berharap pemkab juga merasa memiliki situs Basyaraiyah. Sehingga, ada keinginan mengembangkan agar lebih besar dan terkenal. ‘’Butuh kegiatan besar untuk melakukan (pengembangan) itu. Kami berharap pemkab bisa mendukungnya,’’ pungkasnya.

 

-Sumber:

http://www.radarmadiun.co.id/detail-berita-429-desa-gus-dur-semasa-remaja.html