SEKILAS INFO

     » Aspirasi Anda Dapat Disampaikan Melalui Email kecamatandagangan1@gmail.com      » Sugeng Rawuh di Website Resmi Kecamatan Dagangan. Pemerintah Daerah Kabupaten Madiun Tahun 2017
Kamis, 11 Februari 2016 - 12:11:55 WIB
DURIAN SEGULUNG

Diposting oleh : Administrator
Kategori: BERITA DESA - Dibaca: 105 kali

DAGANGAN – Durian merupakan salah satu tumbuhan tropis yang banyak tumbuh di wilayah Asia tenggara. Buahnya berciri khas kulit berduri. Aromanya khas, pun rasanya yang lezat membuat buah ini disebut King of Fruit (Raja Buah). Harganya yang realtif tinggi membuat banyak orang membudidayakannya.

Salah satu sentra budi daya durian di Kabupaten Madiun adalah Desa Segulung, Kecamatan Dagangan. Para petani setempat memilih beralih menanam durian daripada tanaman buah lainnya. ‘’Hampir 80 persen warga kami bertani durian,’’ kata Kepala Desa (Kades) Segulung, Kustoyo, kemarin (31/1).

Desa Segulung terletak di bagian timur Kecamatan Dagangan, sekitar enam kilometer dari ibukota kecamatan. Desa berpenduduk 5.146 jiwa ini memiliki tanah yang subur. Selain durian, cengkih, kakau, petai, mangga, kopi, jeruk dan padi bisa tumbuh dengan baik. ‘’Dulu hanya separo warga kami yang menanam durian. Karena menguntungkan, akhirnya hampir semua menanam durian,’’ ungkapnya.

Dari data monografi desa ini, tercatat lebih dari 2.000 pohon durian produktif. Per pohon rata-rata menghasilkan 300 buah. Jika musim durian tiba, produksi bisa mencapai puluhan ribu buah. Kustoyo mengklaim jika dibanding daerah lain, durian Segulung tak kalah kualitas rasanya. ‘’DurianSegulung memiliki daging tebal dengan rasa manis agak pahit,’’ jelasnya. 

Potensi bisnis durian di desa ini terbuka lebar. Sayangnya, para petani masih mengandalkan sistem budi daya sederhana. Karena itu dibutuhkan beberapa hal. Di antaranya penyuluhan, pelatihan serta pendampingan dari dinas terkait agar hasilnya lebih maksimal. ‘’Para petani butuh ilmu untuk melakukan inovasi. Seperti cara mengatasi penyakit, agar buahnya berkualitas dan sebagainya,’’ paparnya.

Kustoyo juga menyayangkan para petani yang tidak sabar menjual buahnya ke tengkulak. Apalagi, para tengkulak tersebut bukan dari Segulung. Membelinya pun dengan cara menebas sebelum waktunya. Akibatnya, kualitas durian menurun yang berdampak jelek pada citra durian Segulung. ‘’Kami sudah sosialisasi ke petani cara ini (menebas) tidak baik dan merugikan,’’ terangnya.

Itu bisa diatasi, kata dia,  andai pemasaran buah durian Segulung lebih jelas. Kustoyo bercita-cita menjadikan desanya sebagai desa agrowisata dengan buah durian sebagai ikonnya. Kustoyo berharap Pemkab Madiun, khususnya Dinas Pertanian dan juga Dinas Industri Perdagangan Koperasi dan Pariwisata (Indagkopar) turun tangan membantu petani durian di desanya.

Kustoyo yakin jika desa agrowisata itu bisa diwujudkan akan memangkas jalur distribusi. Terutama menghapus kebiasaan menebas yang dilakukan para tengkulak. ‘’Tentu hal ini akan mengangkat nama daerah, tidak hanya segulung tetapi juga Kabupaten Madiun,’’tegasnya.

 

-Sumber:

http://www.radarmadiun.co.id/detail-berita-213-king-of-fruit-from-segulung.html